ABRASI DI DESA TANAH MERAH SUDAH SANGAT MENGKHAWATIRKAN

Tanah Merah 7 September 2020,Gelombang laut besar yang mengakibatkan abrasi kembali menerjang daerah pesisir Pulau Rangsang salah satunya Desa Tanah Merah, Banyak Lahan Perkebunan kelapa milik masyarakat di Desa Tanah merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti yang hanyut lantar tidak mampu menahan hempasan gelombang, . Hal itu karena tanah yang menopang pohon kelapa retak dan amblas akibat terjangan gelombang laut tersebut. Meski belum membuat rumah warga yang tidak jauh dari lokasi ikut amblas, namun kejadian tersebut sempat membuat masyarakat resah karena mereka takut.

Sepanjang pantauan, daratan Desa Tanah Merah tersebut terus menerus diterpa gelombang yang seakan bebas menggerus wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini. Bahkan, sudah banyak fasilitas umum yang hanyut kelaut seperti jalan beton,Klenteng dan jembatan..

Karakteristik pantai di Kecamatan Rangsang Pesisir khususnya Desa Tanah Merah memang berupa aluvial sehingga lapisan tanahnya gembur. Kondisi tersebut diperparah dengan letak pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Bapak Rusli selaku Kepala Desa Tanah Merah mengaku, rusaknya kebun kelapa masyarakat tersebut akibat gelombang laut yang cukup besar terjadi dalam sepekan terakhir. Kejadian tersebut juga semakin memperkecil ukuran lahan di wilayah Desa Tanah merah, dan ini berdampak kepada garis pantai kita sehingga wilayah NKRI bisa di ambil oleh negara lain, seperti Malaysia, karena Desa Tanah Merah berbatasan langsung dengan negara Malaysia.


“Memang akhir-akhir ini gelombang sangat tinggi sehingga kebun kelapa masyarakat seluas lebih kurang 1 hektar tumbang, dan kita kwatir garis pantai Indoneia berkurang nantinya” kata Bapak Rusli.

Menurutnya, wilayah Desa Tanah Merah terus mengalami pengurangan akibat ancaman abrasi yang terjadi setiap waktu. Panjang daratan terus berkurang akibat abrasi, hingga mencapai 15-25 meter per-tahunnya bahkan bisa lebih, hal ini telah berlangsung sejak lama.

Sebagai Kepala Desa Tanah Merah Bapak Rusli terus berusaha mencari bantuan ke pemerintah untuk membantu mengatasi abrasi, Alhamdulilah kita di tahun sebelumnya sudah dapat bantuan pemecah ombak dari pemerintah provinsi riau dan kita berharap di tahun 2020 kembali mendapatkanya karan pesisir pantai kita panjang lebih kurang 6000 Km.

Masih menurut Kepala desa Tanah Merah Abrasi di pesisir pantai desa Tanah Merah ini benar-benar sangat mengkhawatirkan Karna Abrasi yang terjadi di desa ini bukan sekadar Erosi ( Pengikisan Tanah ) Namun Abrasi Tanah Gambut ini lebih kepada longsor,Tutupnya.

AYO SELAMATKAN DESA !!!!!

AYO SELAMATKAN NKRI !!!!!

AYO BANGUN INDONESIA DARI PINGGIRAN !!!!!!

SALAM DARI KAMI WARGA DESA PERBATASAN TERLUAR INDONESIA !!!!

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :