Selamatkan Tanah Merah Pulau Rangsang Dari Abrasi

Tanah Merah 17 Agustus 2020,Gelombang laut besar yang mengakibatkan abrasi kembali menerjang daerah pesisir Pulau Rangsang salah satunya Desa Tanah Merah, lebih kurang 1 hektar kebun kelapa milik masyarakat di Desa Tanah merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, tumbang dan hancur. Hal itu karena tanah yang menopang pohon kelapa retak dan amblas akibat terjangan gelombang laut tersebut. Meski tidak membuat rumah warga yang tidak jauh dari lokasi ikut amblas, namun kejadian tersebut sempat membuat masyarakat resah karena mereka takut terulangnya kembali kejadian beberapa tahun silam, yang sempat menghantam dan menghilangkan rumah mereka.

Sepanjang pantauan, daratan Desa Tanah Merah tersebut terus menerus diterpa gelombang yang seakan bebas menggerus wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini. Bahkan, sudah banyak fasilitas umum yang hanyut kelaut seperti jalan beton,Klenteng dan jembatan..

Karakteristik pantai di Kecamatan Rangsang Pesisir khususnya Desa Tanah Merah memang berupa aluvial sehingga lapisan tanahnya gembur. Kondisi tersebut diperparah dengan letak pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.


Jpeg

Bapak Rusli selaku Kepala Desa Tanah Merah mengaku, rusaknya kebun kelapa masyarakat tersebut akibat gelombang laut yang cukup besar terjadi dalam sepekan terakhir. Kejadian tersebut juga semakin memperkecil ukuran lahan di wilayah Desa Tanah merah, dan ini berdampak kepada garis pantai kita sehingga wilayah NKRI bisa di ambil oleh negara lain, seperti Malaysia, karena Desa Tanah Merah berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

“Memang akhir-akhir ini gelombang sangat tinggi sehingga kebun kelapa masyarakat seluas lebih kurang 1 hektar tumbang, dan kita kwatir garis pantai Indoneia berkurang nantinya” kata Bapak Rusli.

Menurutnya, wilayah Desa Tanah Merah terus mengalami pengurangan akibat ancaman abrasi yang terjadi setiap waktu. Panjang daratan terus berkurang akibat abrasi, hingga mencapai 15-25 meter per-tahunnya bahkan bisa lebih, hal ini telah berlangsung sejak lama.

Sebagai Kepala Desa Tanah Merah Bapak Rusli terus berusaha mencari bantuan ke pemerintah untuk membantu mengatasi abrasi, Alhamdulilah kita di tahun sebelumnya sudah dapat bantuan pemecah ombak dari pemerintah provinsi riau dan kita berharap di tahun 2020 kembali mendapatkanya karan pesisir pantai kita panjang lebih kurang 6000 Km.


Dokumentasi Foto Batu Pemecah Ombak Bantuan Pemerintah Propinsi

AYO SELAMATKAN DESA !!!!!

AYO SELAMATKAN NKRI !!!!!

AYO BANGUN INDONESIA DARI PINGGIRAN !!!!!!

SALAM DARI KAMI WARGA DESA PERBATASAN TERLUAR INDONESIA !!!!

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.