PUALU RANGSANG TERANCAM HILANG

Gelombang laut besar yang mengakibatkan atau abrasi kembali menerjang daerah pesisir  Pulau Rangsang salah satunya Desa Tanah Merah, lebih kurang 1 hektar kebun kelapa milik masyarakat di Desa Tanah merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, tumbang dan hancur. Hal itu karena tanah yang menopang pohon kelapa retak dan amblas akibat terjangan gelombang laut tersebut. Meski tidak membuat rumah warga yang tidak jauh dari lokasi ikut amblas, namun kejadian tersebut sempat membuat masyarakat resah karena mereka takut terulangnya kembali kejadian beberapa tahun silam, yang sempat menghantam dan menghilangkan rumah mereka.

Foto 1. Kondisi Dermaga Hancur Karena Gelombang Besar atau Abrasipicture.jpg

Sepanjang pantauan, daratan Desa Tanah Merah tersebut terus menerus diterpa gelombang yang seakan bebas menggerus wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini. Bahkan, sebuah dermaga di Desa Tanah Merah yang berfungsi sebagai pelabuhan rakyat, sudah terpisah dari daratan.

Foto 2. Terpisahnya Antara Daratan Dan DermagaFoto 3. Kondisi Tanah

Karakteristik pantai di Kecamatan Rangsang Pesisir khususnya Desa Tanah Merah memang berupa aluvial sehingga lapisan tanahnya gembur. Kondisi tersebut diperparah dengan letak pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

picture.jpg

Bapak Rusli selaku Kepala Desa Tanah Merah mengaku, rusaknya kebun kelapa masyarakat tersebut akibat gelombang laut yang cukup besar terjadi dalam sepekan terakhir. Kejadian tersebut juga semakin memperkecil ukuran lahan di wilayah Desa Tanah merah, dan ini berdampak kepada garis pantai kita sehingga wilayah NKRI bisa di ambil oleh negara lain, seperti Malaysia, karena Desa Tanah Merah berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

“Memang akhir-akhir ini gelombang sangat tinggi sehingga kebun kelapa masyarakat seluas lebih kurang 1 hektar tumbang, dan kita kwatir garis pantai Indoneia berkurang nantinya” kata Bapak Rusli.

Menurutnya, wilayah Desa Tanah Merah terus mengalami pengurangan akibat ancaman abrasi yang terjadi setiap waktu. Panjang daratan terus berkurang akibat abrasi, hingga mencapai 15-25 meter per-tahunnya bahkan bisa lebih, hal ini telah berlangsung sejak lama.

Sebagai Kepala Desa Tanah Merah Bapak Rusli menegaskan, untuk berusaha mencari bantuan ke pemerintah daerah untuk membantu mengatasi abrasi, tetapi sampai sekarang belum tampak hasil di desanya. Sementara laporan dan usulan agar abrasi bisa diatasi terus dilakukan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :