Tanah Merah Kembali dilanda Longsor

Tanah Merah 9 Juli 2019

Longsor mencapai 1/2 Ha kembali terulang di desa Tanah Merah,kejadian tersebut terpat pada hari raya ke dua 7 Juni 2019 ,Kejadian tersebut berawal saat hujan deras dan gelombang laut tinggi sehinga mengakibatkan longsor,sebelumnya pada tahun 2017 desa Tanah Merah juga mengalami longsor Hampir 1 Ha,Longsor kali ini pada perkebunan kelapa milik pak sarlan dusun tanjung sari desa Tanah merah ,Masyarakat terus berharap hal ini dapat perhatian khusus dari pemerintah baik daerah Maupun Pusat.

Bapak Rusli selaku Kepala Desa Tanah Merah mengaku, runtuhnya kebun kelapa masyarakat tersebut akibat gelombang laut yang cukup besar terjadi dalam spekan terakhir. Kejadian tersebut juga semakin memperkecil ukuran lahan di wilayah Desa Tanah merah, dan ini berdampak kepada garis pantai kita sehingga wilayah NKRI bisa di ambil oleh negara lain, seperti Malaysia, karena Desa Tanah Merah berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

“Memang akhir-akhir ini gelombang sangat tinggi sehingga kebun kelapa masyarakat seluas lebih kurang 1/2 hektar runtuh atau longsor Jatuh Kelaut, dan kita kwatir garis pantai Indoneia berkurang nantinya” kata Bapak Rusli.

Menurutnya, wilayah Desa Tanah Merah terus mengalami pengurangan akibat ancaman abrasi yang terjadi setiap waktu. Panjang daratan terus berkurang akibat abrasi, hingga mencapai 15-25 meter per-tahunnya bahkan bisa lebih, hal ini telah berlangsung sejak lama.

Sepanjang pantauan, daratan Desa Tanah Merah yang berada di pulau rangsang,ada pun panjang garis patai desa ini 6 Km,sepanjang 6 km ini lah hampir setaiap hari ada saja yang jatuh kelauatseperti yang terlihat pada gambar berikut.

 

Foto 1. Kondisi Dermaga Hancur Karena Gelombang Besar atau Abrasi
Foto 1. Kondisi Dermaga Hancur Karena Gelombang Besar atau Abrasi
picture.jpg
Foto 2. Terpisahnya Antara Daratan Dan Dermaga
Foto 2. Terpisahnya Antara Daratan Dan Dermaga

Karakteristik pantai di Kecamatan Rangsang Pesisir khususnya Desa Tanah Merah memang berupa aluvial sehingga lapisan tanahnya gembur. Kondisi tersebut diperparah dengan letak pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Foto 3. Kondisi Tanah
Foto 3. Kondisi Tanah

 

picture.jpg

Foto 4. Abrasi
Foto 4. Abrasi

Sebagai Kepala Desa Tanah Merah Bapak Rusli terus berusaha, untuk berusaha mencari bantuan ke pemerintah daerah maupun Pusat namun sampai saat ini alhamdulilah kita sudah  menerima bantuan penagkal abrasi dari pemerintah Propinsi Riau berupa batu pemecah ombak kita sudah sangat bersyukur namun,hal ini belum cukup  dengan kebutuhan ,seperti yang di tuturkan sebelumnya panjang pesisir pantai kita 6km,namun sebagai pemerintah desa dan Masyarakat desa Tanah Merah menucapkan terimakasih kepada Pemerintah Propinsi Riau,dan berharap pembangunan tersebut dapat terus berlanjut.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :