Abrasi Ancam Warga Pesisir Pantai di Desa Tanah Merah

Tanah Merah 05 Desember 2018. Tingginya gelombang air laut pasang dan hujan lebat yang terus menerus menghantam wilayah Pantai Kepulauan Tanah Merah. Bakal mengancam warga . Pasalnya, akan mengakibatkan  dan abrasi yang terus-terusan menghantam kebun dan juga rumah warga.

Jpeg

Seperti yang sempat terjadi juli lalu, akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah perbatasan ini, sekira 4ha perkebunan warga rusak. Puluhan pondasi rumah di pesisir pantai terkikis akibat tingginya gelombang air laut.

Apalagi sekarang memasuki musim utara angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Kepala Desa Tanah Merah RUSLI.

Desa Tanah Merah  dikenal dengan daerah rawan bencana Abrasi. karna Desa Tanah Merah ini berhadapan langsung dengan laut luas selat Melaka Malaysia sehingga setiap musim utara angin kencang dan ombak tinggi akan mudah datang menghantap pulau Desa Tanah Merah ini sehingga mengakibatkan Abrasi yang Ganas.

Jpeg

Masyarakat dan Pemda sudah berupaya menekan lajunya abrasi, seperti melalui penanaman pohon magrove, tetapi tetap saja ancaman gelombang semakin mengancam rumah warga, ungkapnya.

Rusli juga mengungkapkan,  abrasi menjadi persoalan terbesar yang dihadapi warganya di Desa Tanah Merah. Bahkan menurutnya, sudah ada masyarakat yang tinggal di wilayah paling terdekat dengan laut malah mewanti-wanti jikalau rumahnya dalam beberapa tahun ke depan menjadi hilang akibat abrasi.

Jpeg

Ruslan, salah satu warga Tanah Merah berharap agar Pemerintah Pusat dapat mengatasi persoalan abrasi ini dengan cara memberikan bantuan batu pemecah ombak

Banyak antisipasi yang dilakukan warga yang tinggal di daerah paling dekat dengan pantai. Mulai dengan membangun rumah baru yang notabene lebih jauh dari laut atau mencari lahan. Abrasi menjadi momok bagi warga Tanah Merah,” sebutnya.

abrasi terparah memang terjadi saat musim utara seperti saat ini. Sebab angin laut yang kuat setinggi 3 meter akan menghempaskan gelombang yang meruntuhkan daratan secara terus menerus, khususnya di Desa Tanah Merah.

Total wilayah di Kepulauan Meranti yang menjadi titik terparah abrasi terjadi terdapat di 7 titik. Dengan abrasi tersebut telah merubah garis pantai yang mengakibatkan berubahnya wilayah Indonesia di Kepulauan Meranti.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.