USAI SHALAT IDUL ADHA, JAMAAH MASJID DI DESA TANAH MERAH POTONG HEWAN KURBAN

Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Propinsi Riau,Desa tanah merah berada di sebuah pulau kecil yang disebut dengan pulau rangsang desa Tanah Merah termasuk daerah terluar dan terdepan karena desa ini berada di perbatasan,yakni berbatasan dengan negara tetangga Malaysia,selat Malaka menjadi pembatas antar dua negara Ini,Indonesia Dan Malaysia.

Jpeg

Masyarakat desa ini hidup rukun Dan Harmonis dan Hampir 90 % Masyarakat desa ini beragama islam, Dalam suasana Hari raya Idul adha desa ini sangat sibuk dan ramai seperti halnya hari raya idul fitri, Usai melaksanakan Shalat Idul Adha, warga Desa Tanah Merah  melakukan penyembelihan hewan kurban pada Rabu (22/8/2018) di wilayah lingkungan Masjid nya masing-masing,

Jpeg

Penyembelihan dilakukan oleh pengurus masjid, panitia dan warga secara bergotong royong. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berlangsung di halaman masjid yang dimulai sekitar satu jam usai shalat idul adha..

Usai penyembelihan, panitia kurban langsung membagi-bagikan daging kurban kepada warga, Pembagian berjalan tertib karena panitia korban sebelumnya warga sudah diberikan kupon pengambilan daging,selain itu juga bagi warga yang tidak berkesempatan hadir panitia kurban mengantarnya langsung kerumah.

Menurut Salah seorang panitia Korban Bapak Burhan Kurban ,bukan hanya sebatas penyembelihan Namun ini merupakan ibadah,Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).

Jpeg

Dari Ummu Salamah ra, Nabi saw bersabda, “Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” HR Muslim

Arti sabda Nabi saw, ” ingin berkorban” adalah dalil bahwa ibadah kurban ini sunnah, bukan wajib.

Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.

intinya kata pak burhan“Kita harus saling berbagi sebagai bentuk solidaritas kita sesama muslim. Mudah-mudahan ini menguatkan tali persaudaraan kita”.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :