BENCANA ABRASI TERUS LANDA DESA TANAH MERAH

Jpeg

tanahmerah_kepulauanmeranti.desa.id

Tanah Merah 25 Agustus 2018 ,Desa Tanah Merah Berada disebuah Pulau Kecil yang berhadapan langsung Dengan Selat Malaka berbatasan dengan Negara Tetangga yakni Malaysia,Puluhan Tahun Desa Tanah Merah Alami bencana Abrasi sudah tidak terhitung lagi berapa puluh hektar perkebunan Kelapa Masyarakat desa ini yang sudah hanyut kelaut,berapa puluh bangunan umum yang juga turut ambruk ikut hanyut kelaut,serta sudah tidak terhitung lagi berapa kerugian masyarakat desa ini.

Meneurut cerita salah seorang Tokoh masyarakat desa Tanah Merah Bencana ini sudah terjadi sejak beberapa tahun silam,mungkin lebih dari 10 tahun katanya,ceritanya dulu diwialayah pesisir pantai desa ini banyak di tumbuhi hutan manggrop namaun seiring berjalanya waktu hutan mangrop ini pupus,pohon-pohonya tumbang ,hal ini di akibatkan oleh terkikisnya tanah sehinga akar pohon-pohon tersebut timbul dan lama kelamaan tumbang dan mati.

Hal senada Juga disampaikan oleh Kepala Desa Tanah Merah ,Tambahnya Desa ini secara terus menerus terkena dampak Abrasi ini,Masyarakat harus merelakan 20-40M Lahan Perkebunan Jatuh Kelaut, bukan hanya lahan perkebunan saja tapi sudah banyak fasilitas umum lainya yang hanyut kelaut,seperti jalan Rabat beton,rumah Ibadah dll.Kejadian ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter .hal Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk menbangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya..

Masih Kepala desa Tanah Merah berdasarkan rincian kasar ini kerugian yang di alamai masyarakat desa ini selam dalam hitungan satu tahun

    1. Satu tahun lebih kurang 40 meter tanah jatuh kelaut terkikis oleh abrasi dengan panjang pesisir pantai 6000 m jadi dapat dijabarkan sebagai berikut :
    2. Perkebunan kelapa 4000 m disepanjang bibir pantai yang setiap harinya jatuh kelaut dengan perkiraan 40 meter per tahun jadi 40 m x 4000 m = 160.000 m dijadikan dalam hektar 160.000 : 000 = 16 hektar pertahun perkebunan tersebut jatuh kelaut dengan perhitungan kerugian sebagai berikut :
    3. Kerugian penghasilan 1 ha perkebunan kelapa menghasilkan 4000 biji buah kelapa 1 biji buah kelapa rata rata Rp. 1.500 jadi jika dikakulasikan 16 ha x 4000 biji kelapa = 000 biji kelapa x 1.500 per biji = Rp 96.000.000 x 12 = 1.152.000.000
    4. Harga kebun kelapa 1 ha dihargakan Rp. 6000.000 jika dikalikan dengan 16 ha yang jatuh kelaut = Rp. 960.000.000
    5. Perkebunan Kopi 2000 m yang terkikis oleh abrasi per tahun mencapai 20 m jika di kakulasikan 2000 m x 20 m = 40.000 m dijadikan dalam hektar 40.000 : 000 = 4 ha perkebunan kopi yang terkikis oleh abrasi dengan perhitungan kerugian sebagai berikut :
    6. Kerugian penghasilan kopi 1 ha perkebunan kopi dapat menghasilkan kopi liberika 4 ton jika dikakulasikan 4 ha x 4 ton = 16 ton dengan harga per kg rata – rata 2.500 per kg jika di kakulasikan 16.000 kg x 2.500 = 000.000 per bulan x 12 bulan = 40.000.000
    7. Kerugian tanah perkebunan kopi 1 ha dihargakan 30.000.000 x 4 ha = 000.000
    8. Pemukiman masyarakat ada bekisar 33 buah rumah yang sudah tidak jauh dari lokasi abrasi dan ada juga yang sudah jatuh kelaut, yang hampir jatuh kelaut. Jika di hargakan kerugian yang akan di alami masyarakat untuk memindahkan rumah 1 buah rumah membutuhkan biaya 20.000.000 x 33 KK = 000.000
    9. Rumah ibadah ( Klenteng ) permanen ada 2 unit yang berada di bibir pantai dan di atas pantai jika di pindahkan membutuhkan biaya 500.000.000 per unit x 2 = 1.000.000.000

Hari ini Masyarakat Berharap Permasalahan ini ada Solusinya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.