Masyarakat Desa Tanah Merah Berharap Agar Program HYBRID ENGINEERING Bisa Terealisasi

Jpeg

HINGGA HARI INI BENCANA ABRASI DI Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Propinsi Riau terus terjadi .Secara geografis wilayah dataran dan Kepulauan yang berbatasan langsung dengan Nengara tetangga (Malaysia) dan terletak di sebelah selatan selat Melaka , sebagai desa yang berada di daerah kepulauan,  sumber mata pencarian masyarakat Nelayan dan Petani,Permasalahan di Desa Tanah Merah ketika musim angin utara setiap tahunnya angin kencang dan ombak besar yang mengakibatkan Abrasi Pantai.Abrasi Pantai desa Tanah Merah ini  bukan sekadar Abrasi Tapi Masyarakat Desa Tanah Merah Menganggap ini merupakan bencana Alam Secara Berkepanjangan Bagai Mana Tidaknya Banyak yang sudah hanyut kelaut dimakan oleh abrasi,

Permasaalhan Abrasi ini sudah menjadi isu nasional,Masyarakat desa Tanah Merah Berharap bencana Abrasi yang melanda desa Tanah Merah ini cepat teratasi,Ada beberapa program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementian Kelauatan,yaitu program Hybrid Engineering ,Program ini dalam wacana awal akan dilaksanakan di tahun 2017,namu dikarnakan ada beberapa kendala program ini tertunda di tahun 2018,untuk itu Masyarakat desa Tanah Merah sangat mendukung pemerintah untuk melakukan program Hybrid Engineering ini didesa Tanah Merah dan Masyarakat desa Tanah Merah Juga berharap agar diatun ini 2018 program ini bisa berjalan,mengingat situasi dan kondisi ABRASI yang melanda desa ini sudah sangat parah sekali.

Menurut Kepala Desa Tanah Merah,Desa ini salah satu desa yang terkena dampak abrasi yang sangat parah di wilayah kecamatan rangsang pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti,Abrasi ini menyebabkan menurunya pendapatan Masyarakat desa Tanah Merah terutama bagi yang berpenghailan perkebunan kelapa,hal ini memperparah perekonomian masyarakat desa Tanah Merah ,bak kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga desa ini berbatasan langsung dengan Nengara tetangga (Malaysia) dan terletak di sebelah selatan selat Melaka , Desa ini secara terus menerus terkena dampak Abrasi ini,Masyarakat harus merelakan 20-40M Lahan Perkebunan Jatuh Kelaut, bukan hanya lahan perkebunan saja tapi sudah banyak fasilitas umum lainya yang hanyut kelaut,seperti jalan Rabat beton,rumah Ibadah dll.Kejadian ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter .hal Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya.

Jika dirinci Lebih kurang 30 sampai dengan 40 meter perkebunan Masyarakat desa Tanah Merah Hanyut Kelaut di sebabkan Oleh Abrasi,kata Kepala Desa Tanah Merah,Bapak Rusli Menurut Kepala Desa,Desa Tanah Merah terdiri dari 4 Dusun dan panjang pesisir Pantai desa Tanah Merah mencapai 6 KM,Sepanjang pesisir pantai ini adalah perkebunan Kelapa dan Kopi Milik Masyarakat Desa Tanah Merah,Tidak hanya itu selain perkebunan iyanya juga merupakan pemukiman Warga.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :