PEMETAAN WILAYAH PANTAI DESA TANAH MERAH

Harapan Masyarakat Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Terhadap Pemerintah Terkait Penangulangan Musibah Abrasi Di Desa Ini sangat Besar sekali, Bagi mana Tidak ! Abrasi Yang Melanda Di desa Ini sangat Parah Lebih kurang 30 sampai dengan 40 meter perkebunan Masyarakat desa Tanah Merah Hanyut Kelaut di sebabkan Oleh Abrasi,hal ini di sampaikan oleh Kepala Desa Tanah Merah,Bapak Rusli Menurut Kepala Desa,Desa Tanah Merah terdiri dari 4 Dusun dan panjang pesisir Pantai desa Tanah Merah mencapai 6 KM,Sepanjang pesisir pantai ini adalah perkebunan Kelapa dan Kopi Milik Masyarakat Desa Tanah Merah,Tidak hanya itu selain perkebunan iyanya juga merupakan pemukiman Warga.

Foto Enzzie Antho.Foto Enzzie Antho.

Masih Menurut Kepala Desa Tanah Merah,Desa ini salah satu desa yang terkena dampak abrasi yang sangat parah di wilayah kecamatan rangsang pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti,Abrasi ini menyebabkan menurunya pendapatan Masyarakat desa Tanah Merah terutama bagi yang berpenghailan perkebunan kelapa,hal ini memperparah perekonomian masyarakat desa Tanah Merah ,bak kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga desa ini berbatasan langsung dengan Nengara tetangga (Malaysia) dan terletak di sebelah selatan selat Melaka , Desa ini secara terus menerus terkena dampak Abrasi ini,Masyarakat harus merelakan 20-40M Lahan Perkebunan Jatuh Kelaut, bukan hanya lahan perkebunan saja tapi sudah banyak fasilitas umum lainya yang hanyut kelaut,seperti jalan Rabat beton,rumah Ibadah dll.Kejadian ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter .hal Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya.

Foto Enzzie Antho.

Harapan itu mulai membuahkan hasil Menurut Kepala Desa Tanah Merah Mudah-Mudahan di tahun anggaran 2018 ini Program Hbrid Enggenering dari Kementrian Kelauatan Bisa Terlaksana Didesa kita,Untuk saat ini Kementrian Kelauat kembali menurunkan beberapa tim surve terkait Struktur Tanah,Air Dan gelombang Laut,untuk program ini seperti pada beberapa minggu yang lalu.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.