SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA

DCIM100MEDIA

tanahmerah_kepulauanmeranti.desa.id

Tanah Merah 27 April 2018,Sudah Jatuh tertimpa tangga pepatah ini lah yang sesuai di ucapkan oleh Masyarakat Desa Tanah Merah,Hari ini Masyarakat desa Tanah Merah Sedang dilanda Musibah yang belum tentu sampai kapan akan berakhir Musibah tersebut,Abrasi yang saat ini terus merajalela tanpa belas kasihan setiap hari memakan Kebun Kelapa Masyarakat Desa Tanah Merah,yang diperkirakan dalam Kurun Waktu satu tahun 20 sampai dengan 40 Meter perkebunan tersebut hanyut kelaut.

DCIM100MEDIA
Jpeg

Menurut Kepala Desa Tanah Merah Desa ini secara terus menerus terkena dampak Abrasi ini,Masyarakat harus merelakan 20-40M Lahan Perkebunan Jatuh Kelaut, bukan hanya lahan perkebunan saja tapi sudah banyak fasilitas umum lainya yang hanyut kelaut,seperti jalan Rabat beton,rumah Ibadah dll.Kejadian ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter .hal Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk menbangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya..

Musibah Abrasi tersebut dibarengi dengan terus ,dan terus menurunya Harga Kelapa,Sulit dan Susahnya menjual Kelapa Menjadi faktor penyebab menurunnya harga Kelapa,Sudah Hampir 3 Bulan Terakhir Harga kelapa diwilayah kecamatan Rangsang Pesisir terutama Desa Tanah Merah ini terus mengalami penurunan ,menurut cerita Salah Seorang Penampung Kelapa,Menurunya harga kelapa ini dikarenakan terlalu banyaknya Kelapa yang di jual Ke Penampung dimalaysia sehinga,Saat kita menjual kelapa yang kita bawa dari Tanah Merah ini Kemalaysia ini harus mengalami antrian panjang saat membongkarnya,paling cepat antrianya dua Minggu bahkan lebih.

Kendati demikian, tak ada pilihan lain bagi kami tetap harus menjualnya ke Malaysia Karena  daerah kita tidak ada pabrik Pengolahan Minyak Kelapa . Begitu juga bagi petani Kelapa Mereka terpaksa memanen buah kelapa, walaupun harganya murah, sebab jika tidak dipanen buah kelapa jatuh sendiri.

Menurut salah seorang petani Kelapa Harga Kelapa Perkilogram hanya Tingal Rp 1200 dan ada Pula yang hanya Rp.1000,harga tersebut katanya bukan harga bersih namun harga kotor,belum di Potong Upah,Upah Sabet,Upah Lanjung,Upah Kopek dan Upah Lanser,Keempat upah itu sudah menelan biaya Rp.Lebih kurang 600 ,jadi kita hanya tigal Rp,400,hari ini Masyarakat Berharap Permasalahan ini ada Solusinya, selain itu juga Masyarakat Masalah Abrasi Cepat Teratasi dan  Berharap muncul pabrik-pabrik baru untuk mengolah Kelapa yang ada di Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti,agar tidak lagi bergantung pada daerah lain untuk penjualanya.

 

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :