Masyarakat Desa Tanah Merah MENANTI Program Hybrid Enggenering

Beberapa Waktu Lalu Staf Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia hadir didesa Tanah Merah melihat Langsung Kondisi Abrasi yang berada di wilayah ini,Kondisi Abrasi yang sangat memprihatikan ini langsung mendapat tanggapan positif,dari pihak kementrian tersebut,sehingga beberapa kali mereka mengada kan penelitian,program penangkal abrasi jenis apa yang cocok untuk menagani abrasi di desa Tanah Merah ini,sehingga Program struktur hybrid atau dikenal dengan istilah HE (hybrid engineering) lah yang akan di laksanakan di desa Tanah Merah,

Hal ini mendapat sambutan baik bagi masyarakat desa Tanah Merah,Karena Masyarakat Desa Tanah Merah memang berharap adanya uluran tanggan dari pemerintah untuk mengatasi musibah Abrasi yang dialami selama ini,Namun sampai hari ini program tersebut belum juga terrealisasi,Masyarakat desa Tanah Merah tidak Putus Asa mereka tetap berharap agara program tersebut tetap terlaksana.

Menurut Kepala Desa Tanah Merah,Dalam wacana memang ditahun 2017 kemaren desa Tanah Merah sudah masuk dalam salah satu desa yang akan mendapatkan bantuan Penangkal Abrasi atau yang disebut dengan Program HYBRID ENGGENERING namun ada beberapa kendala sehinga program tersebut tidak jadi ditahun 2017,Namun Menurut Kepala Desa Tanah Merah Program ini Insyallah akan terlaksana pada tahun ini yankni tahun 2018,Karena beberapa bulan yang lalu Kepala desa Beserta beberapa Tokoh Masyarakat desa Tanah Merah di undang oleh Pemkab Kepulauan Meranti untuk hadir di acara Ekspos Abrasi,Acara tersebut dihadiri langsung oleh staf kementian kelautan RI,

Menurut kepala desa Rusli berdasarkan informasi terakhir  yang iya terima program hybrid engineering akan dilaksanakan pada tahun ini yakni tahun 2018 Dalam wacana program ini akan di bangun sepanjang 2 KM Di pesisir pantai desa Tanah Merah kita sudah bersukur katanaya walaupun belum terbantu sepenuhnya karna panjang pesisir pantai desa Tanah Merah 6 KM mudah-mudahan program ini bisa berlanjut di tahun yang akan datang katanya,iya juga mengajak mari sama-sama kita berdoa mudah-mudahan program ini cepat terlaksana tiada kenadala apa pun,mengingat abrasi di desa ini sudah sangat memprihatinkan. iya juga menjelaskan apa itu program (hybrid engineering)

berdasarkan  kunjungan lapangan kemaren katanya di kawasan rehabilitasi pesisir pantai utara jawa  Dilokasi rehabilitasi pesisir yang diberdayakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di daerah Semarang dan Demak selain daripada pemanfaatan teknologi Hybrid Engineering, masyarakat dapat menanam hutan mangrove untuk menanggulangi pengikisan pasir di sepanjang

Program struktur hybrid atau dikenal dengan istilah HE (hybrid engineering) merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi kerusakan pesisir dari abrasi. Struktur ini dirancang permeable dengan kayu atau bambu secara perlahan tapi pasti mengembalikan tanah yang terabrasi.

Rekayasa hybrid menggabungkan struktur permeable (pemecah gelombang sekaligus penangkap sedimen pasir) dan penanaman mangrove. Setelah proses erosi berhenti dan pantai mulai pulih, dilanjutkan dengan restorasi mangrove. Pada tahap ini bibit mangrove tidak hanyut terbawa arus. Mangrove berperan penting memecahkan gelombang dan menjaga pesisir dari abrasi dalam jangka panjang.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :