EKSPOS RENCANA PEMBANGUNAN HYBRID ENGENEERING DESA TANAH MERAH

Tanah Merah Kepulauan Meranti.desa.id

Selatpanjang 14 Desember 2017 Ekspos rencana pembangunan Struktur Penanggulangan Abrasi berupa Konstruksi Hybrid Engneering ,Acara tersebut di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Bapak Drs.H.SAID HASYIM, Acara yang berlangsung di ruang Rapat Melati Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti itu di Hadir oleh Staf Kementrian Kelauatan dan Prikanan RI ( Ibu Yuli ) dan Juga di hadiri oleh Dinas Kelautan dan Prikanan Propinsi riau, dalam Kegiatan Tersebut juga dihadiri oleh Seluruh Kepala SKPD,Camat Rangsang Pesisir,Kepala Desa Tanah Merah ,Ketua BPD Desa Tanah Merah dan beberapa orang Tokoh Masyarakat Desa Tanah Merah.

Dalam sambutan,Bapak Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti,bertrimakasih kepada Kementrian Kelauatan dan Prikanan Republik Indonesia karna Sudah Memperhatikan Abrasi yang ada di kabupaten Kepulauan Meranti dan Berharap Rencana penagulangan Abrasi di desa Tanah Merah melaui program ( Hybrid Engeneering ) ini bisa terlaksana di tahun 2018 ini,hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Prikanan Kabupaten Kepulauan Meranti Bapak SYAMSUDDIN.SH.MH, iya berharap di tahun 2018 ini bisa terlaksana program yang di wacanakana oleh KKP RI Tersebut.

Kepala desa Tanah Merah Bapak Rusli Sangat Terharu bahkan sampai meneteskan Air Mata dalam kesempatan itu iya mengatakan sangat-sangat berterikasih kepada pemerintah Baik itu Pemerintah Pusat Maupun Daerah karena telah memperhatikan desa Tanah Merah yang hari ini dilanda Musibah Abrasi,pembangunan ini salah satu pembangunan yang sangat di harapkan sekali oleh Masyarakat Desa Tanah Merah,karena penderitaan ini sudah sangat lama di rasakan oleh masyarakat kami katanya,berbicara masalah kerugian sudah tidak terhitung jumlahnya ,bahkan Abrasi ini katanya ikut merugikan Indonesia karena secara tidak langsungĀ  Luas Wilayah NKRI ini berkurang sebab Desa Tanah Merah merupkan Desa Perbatasan dengan Negara Tetangga yakni Negara Malaysia.iya berharap program HE ini bisa dilaksanakan secepatnya,walaupun program ini sempat tertunda di tahun 2017,hal yang sama juga di sampaikan Oleh RAIS AFANDI selaku Tokoh Masyarakat Desa Tanah Merah iya juga mengatakan sudah berhektar-hektar kebun kelapa saya jatuh kelaut buk,yang dulu kelapa saya sekali panen sampai 5000 biji sekarang tingal 300 biji tutupnya.

Dalam penjelasan yang di paparkan Ibu Yuli selaku Staf Kementrian Kementrian Kelautan dan Prikana RI Wacana penagulangan ini berupa Program struktur hybrid atau dikenal dengan istilah HE (hybrid engineering) merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi kerusakan pesisir dari abrasi. Struktur ini dirancang permeable dengan kayu atau bambu secara perlahan tapi pasti mengembalikan tanah yang terabrasi.

Rekayasa hybrid menggabungkan struktur permeable (pemecah gelombang sekaligus penangkap sedimen pasir) dan penanaman mangrove. Setelah proses erosi berhenti dan pantai mulai pulih, dilanjutkan dengan restorasi mangrove. Pada tahap ini bibit mangrove tidak hanyut terbawa arus. Mangrove berperan penting memecahkan gelombang dan menjaga pesisir dari abrasi dalam jangka panjang,Untuk tahun ini Kabupaten Kepulaun Meranti tepatnya diDesa Tanah Merah sudah masuk dalam salah satu daerah yang akan dilaksanakan program tersebut karena desa Tanah Merah ini Setelah beberapa waktu yang lalu saya melihat langusng kondisi Abrasinya termasuk Abrasi terparah katanya,untuk pembangunaya di wacanakan menggunakan Paralon,dan ini masih tahap pengkajian,pada intinya mari kita berkerjasama agar pemabnguna HE ini bisa terlaksana dengan Baik,karena ini semua tidak terlepas dari kerjasama masyarakat dan pemerintah.

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :