Tari Zapin Khazanah Melayu

Tanah Merah Kepulauan Meranti.desa.id
Tanah Merah 03 Desember 2017 Tari Zapin adalah khazanah tarian rumpun Melayu yang menghibur sekaligus sarat dengan pesan agama dan pendidikan. Tarian ini memiliki kaidah dan aturan yang tidak boleh diubah, namun dari masa ke masa seiring dengan perkebangan zaman terjadi perubahan namun hal ini tidak mengurangi  keindahannya ,Nikmati dendang musik dan syairnya membuat orang – orang bahagia.

Kepala Desa Tanah Merah  ( RUSLI ) Ikut andil dalam hal ini,Katanya iya sebagai generasi penerus tak mau Khazanah melayu ini hilang di telan oleh zaman,untuk itu iya membuat suatu program pembinaan Tari zapin sekaligus dengan Alat Muziknya,iya berharap dengan adanya pembinaan ini para generasi muda bisa bermain alat muzik tradisonal dan tarian zapin ini tidak hilang bergitu saja ,dan dengan adanya program ini mudah-mudahan para generasi kita tahu akan arti pentinya sebuah sejarah.

Masih menurut kepala Desa Tanah Merah iya akan terus melestarikan Budaya Daerah Melalui Sangar Seni Desa Tanah Merah Yang Dibinanya  salah satunya bentuk budaya daerah yakin tari zapin dan Muzik Gambus daerah yang berciri khas melayu, Tarian Zapin dan Muzik gambus ini sudah hampir pupus di telan zaman ,Karna hampir semua kalangan remaja tidak menguasai muzik ini,bahkan untuk mencari pelatih muzik gambus ini Kepala Desa melalui pengelola Sanggar yaitu HENDRI harus mengontrak pelatih luar daerah yang datangnya dari pulau Merbau yaitu AHMAD SULAIMAN

Historisnya, gerakan dari tari zapin terinspirasi dari kegiatan manusia dan alam lingkungan. Selama ratusan tahun, penari zapin hidup dalam kelompok-kelompok kecil masyarakat. Tarian ini berfungsi sebagai hiburan dan sekaligus penyampaian nasihat kepada masyarakat melalui pantun dan syair lagu selain itu juga Tari zapin dikembangkan berdasarkan unsur sosial masyarakat dengan ungkapan ekspresi dan wajah batiniahnya. Tarian ini lahir di lingkungan masyarakat Melayu Riau yang sarat dengan berbagai tata nilai. Tarian indah dengan kekayaan ragam gerak ini awalnya lahir dari bentuk permainan menggunakan kaki yang dimainkan laki-laki bangsa Arab dan Persia. Dalam bahasa Arab, zapin disebut sebagai al raqh wal zafn. Tari Zapin berkembang di Nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam yang dibawa pedagang Arab dari Hadramaut.

Tari zapin tertua di Indonesia tercatat ada di Flores, Nusa Tenggara Timur, Ternate dan Ambon, serta rupanya juga berkembang di Pontianak, Kalimantan dengan sebutan Japin. Di Indonesia bagian Barat, tari zapin awalnya dikenal di Jambi baru kemudian tumbuh di Riau dan kepulauan sekitarnya. Di Riau tari zapin awalnya hanya dilakukan penari lelaki dapat mengangkat status sosialnya di masyarakat. Saat itu penarinya akan menjadi incaran para orang tua untuk dijodohkan kepada anak perempuannya.
Tari Zapin mempertontonkan gerak kaki cepat mengikuti hentakan pukulan pada gendang kecil yang disebut marwas. Harmoni ritmik instrumennya semakin merdu dengan alat musik petik gambus. Karena mendapat pengaruh dari Arab, tarian ini memang terasa bersifat edukatif tanpa menghilangkan sisi hiburan. Ada sisipan pesan agama dalam syair lagunya. Biasanya dalam tariannya dikisahkan keseharian hidup masyarakat melayu seperti gerak meniti batang, pinang kotai, pusar belanak dan lainnya. Anda akan melihat gerak pembuka tariannya berupa gerak membentuk huruf alif (huruf bahasa Arab) yang melambangkan keagungan Tuhan.
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :