ABRASI ANCAM DESA TANAH MERAH

Tanah Merah Kepulauan Meranti.desa.id

Desa Tanah merah kecamatan rangsang pesisir kabupaten kepulauan meranti propinsi riau, yang berbatasan langsung dengan Nengara tetangga (Malaysia) dan terletak di sebelah selatan selat Melaka , Desa ini secara terus menerus terkena dampak Abrasi ini,Masyarakat harus merelakan 20-40M Lahan Perkebunan Jatuh Kelaut, bukan hanya lahan perkebunan saja tapi sudah banyak fasilitas umum lainya yang hanyut kelaut,seperti jalan beton,rumah Ibadah dll.Kejadian ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter .hal Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk menbangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya..

Abrasi pantai yang belum teratasi membuat masyarakat desa Tanah Merah Resah, Ada yang mengatakan  siap-siap mengungsi kepulau lain bagaimana tidak,sampai detik ini semua upaya masyarakat gagal untuk mengatasi abrasi ini ,Penanaman Mangrov mati sia-sia dihentam gelombang laut,sebelumnya di kawasan pesisir pantai desa tanah merah ini dulu banyak di tumbuhi hutan mangrov tapi semuanya mati,karna terkikis dan dihentam gelombang laut yang sangat kuat,Rusaknya hutan mangrov atau hutan bakau di kawasan pesisir pantai tanah merah  semangkin memperparah keadaan.

Jpeg

seperti yang telah di liput di Metro TV dan TV one Beberapa waktu yang lalu . Masyarakat Berharap bahkan menghiba agar masalah Abarasi ini cepat teratasi karna sumber penghasilan mereka terancam pupus,baru-baru ini salah seorang warga desa tanah merah dusun tanjung sari ( Kadiaten) Janda tua Yang mengalami nasip tragis hampir 1 Ha Perkebunan kelapanya amburuk di hentam gelombang,seperti yang terlihat pada gambar

Apalagi pada musim -musim seperti ini tidak sedikit perkebunan kelapa warga yang hanyut kelaut ,ada yang menagis ,bahkan prustasi,Karena setiap tahun 10-20 meter perkebunan kelapa yang hanyut kelaut dikali dengan panjag pesisr ppantai 6000 m sudah berap ratus hektar kerugian masyarakat desa ini,Bukan hanya itu disebalik kerugian masyarakat juga ada kerugian negara ,bagaimana tidak seperti yang sudah di ungkapkan dibeberapa media,Desa tanah merah merupakan pulau terluar yang berhadapan langsung dengan Negara jiran Malaysia ,secara garis teritorial perbatasan suatu negara ,dengan adanya abrasi ini menguntungkan bagi negara jiran kita karana bisa memperluas wilayah laut mereka.

 

banyak lagi yang dikawatirkan Masyarakat,bisa jadi Desa Tanah merah ini tingal nama,Pada dasarnya hal ini mengambarkan keadaan nyata sebenarnya karana abrasi sudah sampai kepemukiman warga ,dimana pemukiman ini ada sekolah,ada kantor desa ,dan fasilitas Umum lainya, di prediksikan 5 tahun kedepan kantor Kepala desa yang saat ini hanya tingal beberapa ratus meter dari bibir pantai akan hilang begitu juga sarana pendidikan SD.N 14 Desa Tanah Merah

Menurut Kepala Desa Tanah Merah ia terus berupaya untuk meminta bantuan kepada Pemerintah agar abrasi yang ada di desa Tanah Merah Ini cepat teratasi,Alhamdulilah untuk tahun Anggaran 2017 kita sudah mendap bantuan batu pemecah ombak dari Pemerintah Propinsi Riau,yang saat ini sedang proses pengerjaan,selain itu juga katanya kita juga hampir dapat bantuan hybrid enggenering dari kementrian Kelautan dan Prikanan RI Pada Tahun 2017 Kemaren namun terkendala,dan itu katanya berdasarkan informasi yang iya terima akan dilimpahkan ke tahun 2018.

Jpeg

Secara terperinci Kerugain Abrasi Di desa Ini dapat di jabarkan sebagai berikut:

  1. Satu tahun lebih kurang 40 meter tanah jatuh kelaut terkikis oleh abrasi dengan panjang pesisir pantai 6000 km jadi dapat dijabarkan sebagai berikut :
  2. Perkebunan kelapa 4000 km disepanjang bibir pantai yang setiap harinya jatuh kelaut dengan perkiraan 40 meter per tahun jadi 40 m x 4000 km = 160.000 km dijadikan dalam hektar 160.000 : 3000 = 53 hektar pertahun perkebunan tersebut jatuh kelaut dengan perhitungan kerugian sebagai berikut :
  3. Kerugian penghasilan 1 ha perkebunan kelapa menghasilkan 4000 biji buah kelapa 1 biji buah kelapa rata rata Rp. 1.500 jadi jika dikakulasikan 53 ha x 4000 biji kelapa = 212000 biji kelapa x 1.500 per biji = Rp 3.18.000.000 x 12 = 3.816.000.000
  4. Harga kebun kelapa 1 ha dihargakan Rp. 20.000.000 jika dikalikan dengan 53 ha yang jatuh kelaut = Rp. 1.060.000.000
  5. Perkebunan Kopi 2000 km yang terkikis oleh abrasi per tahun mencapai 20 m jika di kakulasikan 2000 km x 20 m = 40.000 km dijadikan dalam hektar 40.000 : 3000 = 13 ha perkebunan kopi yang terkikis oleh abrasi dengan perhitungan kerugian sebagai berikut :
  6. Kerugian penghasilan kopi 1 ha perkebunan kopi dapat menghasilkan kopi liberika 4 ton jika dikakulasikan 13 ha x 4 ton = 52 ton dengan harga per kg rata – rata 2.500 per kg jika di kakulasikan 52.000 kg x 2.500 = 1.30.000.000 per bulan x 12 bulan = 1.560.000.000
  7. Kerugian tanah perkebunan kopi 1 ha dihargakan 35.000.000 x 13 ha = 3.90.000.000
  8. Pemukiman masyarakat ada bekisar 50 buah rumah yang sudah tidak jauh dari lokasi abrasi dan ada juga yang sudah jatuh kelaut, yang hampir jatuh kelaut. Jika di hargakan kerugian yang akan di alami masyarakat untuk memindahkan rumah 1 buah rumah membutuhkan biaya 20.000.000 x 50 KK = 1.000.000.000
  9. Rumah ibadah ( Klenteng ) permanen ada 2 unit yang berada di bibir pantai dan di atas pantai jika di pindahkan membutuhkan biaya 500.000.000 per unit x 2 = 1.000.000.000
  10. Kerugian nelayan akibat abrasi ada bekisar 60 hari tidak bisa melaut dalam 1 hari para nelayan biasanya berpenghasilan Rp 100.000
  11. Nelayan jaring 223 kk x 100.000 = 22.300.000
  12. Nelayan langgen, Belat, Kelung dll 60 kk x 100.000 = 6000.000

 

Jadi Total Kerugaian Masyarakat selama 1 tahun

  1. Penghasilan kelapa : Rp. 3.816.000.000
  2. Tanah perkebunan kelapa : Rp. 1.060.000.000
  3. Penghasilan Kopi : Rp. 1.560.000.000
  4. Tanah perkebunan kopi : Rp.    000.000
  5. Pemukiman masyarakat : Rp. 1.000.000.000
  6. Rumah ibadah : Rp. 1.000.000.000
  7. Penghasilan nelayan : Rp.      300.000

+

Total kerugian selama 1 tahun            : Rp. 8.854.300.000

Masyarakat Desa Tanah Merah Menyimpan Harapan Yang Besar Kepada Pemerintah untuk memberikan bantuan mengatasi abrasi ini Melalui Pemerintahan desa Kepala Desa Tanah Merah Rusli Mengungapkan dia akan terus berupaya mencari bantuan kepada pemerintah untuk mengatasi abrasai yang ada didesanya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :