PROGRAM BERBAGI DESA SIAGA TANAH MERAH

Tanah Merah Kepulauan Meranti.desa.id
Tanah Merah 13 Nopember 2017,Program berbagi Desa Siaga di Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Propinsi Riau,sangat membantu Warga ,Program ini sudah hampir 2 Tahun di laksanakan oleh Pengiat Desa Siaga Tanah Merah ,Seperti yang di tuturkan oleh Bendahara desa Siaga saudari Sutia Juarpina.S.Ip.Program ini Program dari Masyarakat,Untuk Masyarakat.
Jpeg
Suatia Juarpina juga menjelaskan panjang lebar mengenai program berbagi desa Siaga Tanah Merah program ini merupakan program sosial karan program ini dari Masyarakat Untuk Masyarakat,Kita selaku pengelola akan mengumpulkan dana dengan jumlah yang sudah kita sepakati,kemudian kalau ada masyarakat yang masuk dalam program desa siaga ini terkena Musibah ( Sakit ) mereka akan menerima bantuan sosial dari desa Siaga Tersebut.
Menurut Kepala Desa Tanah Merah ( Rusli ) yang juga merupakan penanggung Jawab dari program ini mengatakan program ini setiap tahun terus berlanjut karna program ini sangat membantu masyarakat ,secara tidak langsung program ini dapat mengurangi beban Masyarakat kita yang terkena musibah,Program desa siaga di desa Tanah Merah ini juga sudah mendapat penghargaan Dari pihak terkait,bahkan desa Siaga yang ada di Desa Tanah Merah ini menjadi Desa Siaga Percontohan ,di temapt yang berbeda Ketua Desa Siaga saudara M.Yusuf Juga Mengatakan Hal yang senada seperti yang di tutur kan Kepala Desa Namun secara terperinci iya menjelaskan apa itu desa Siaga.
Menurut Saudara M.Yusuf Ketua Desa Siaga Tanah Merah Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat Sebuah Desa dikatakan menjadi desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
Desa siaga diharapkan dapat merekonstruksi atau membangun kembali berbagai upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Pengembangan Desa Siaga juga merupakan revitalisasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) sebagai pendekatan edukatif yang perlu dihidupkan kembali, dipertahankan, dan ditingkatkan.
Desa Siaga juga dapat merupakan pengembangan dari konsep Siap-Antar-Jaga, sehingga diharapkan pada gilirannya akan menjadi Desa Sehat yang dilengkapi komponen-komponen yaitu dikembangkannya pelayanan kesehatan dasar dan UKBM, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan masyarakat, diciptakannya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kegawatdaruratan dan bencana, serta sistem pembiayaan kesehatan yang berbasis masyarakat.
Tujuan Desa Siaga
a. Tujuan Umum
Terwujudnya masyarakat desa yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.
b. Tujuan Khusus
  1. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
  2. Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti bencana, wabah, kegawatdaruratan, dan sebagainya.
  3. Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
  4. Meningkatnya kemandirian masyarakat desa dalam pembiayaan kesehatan.
  5. Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan.
  6. Meningkatnya dukungan dan peran aktif para pemangku kepentingan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat desa.
Sasaran Desa Siaga
Untuk mempermudah strategi intervensi, sasaran pengembangan Desa Siaga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
  1. Semua individu dan keluarga di desa, yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya.
  2. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut, seperti tokoh masyarakat, termasuk tokoh agama; tokoh perempuan dan pemuda, kader desa, serta petugas kesehatan.
  3. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan, peraturan perundang-undangan, dana, tenaga, sarana, dan Iain-Iain, seperti Kepala Desa, Camat, para pejabat terkait, swasta, para donatur, dan pemangku kepentingan lainnya demikian tutup nya.
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :