Ini Bukti Nyata Ganasnya Abrasi Di Tanah Merah

 

Tanah Merah Kepulauan Meranti,25 September 2017

Desa Tanah merah kecamatan rangsang pesisir kabupaten kepulauan meranti propinsi riau, yang berbatasan langsung dengan Nengara tetangga (Malaysia) dan terletak di sebelah selatan selat Melaka , Desa yang secara terus menerus terkena dampak Abrasi ini, Yang harus merelakan 20-40M Lahan Perkebunan Jatuh Kelaut, bukan hanya lahan perkebunan saja tapi sudah banyak fasilitas umum lainya yang hanyut kelaut,seperti jalan beton,rumah Ibadah dll.Kejadian ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter .hal Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk menbangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya.

Jpeg

 

Secara Terperinci Kerugain Abrasi Di desa Ini dapat di jabarkan sebagai berikut:

  1. Satu tahun lebih kurang 40 meter tanah jatuh kelaut terkikis oleh abrasi dengan panjang pesisir pantai 6000 km jadi dapat dijabarkan sebagai berikut :
  2. Perkebunan kelapa 4000 km disepanjang bibir pantai yang setiap harinya jatuh kelaut dengan perkiraan 40 meter per tahun jadi 40 m x 4000 km = 160.000 km dijadikan dalam hektar 160.000 : 3000 = 53 hektar pertahun perkebunan tersebut jatuh kelaut dengan perhitungan kerugian sebagai berikut :
  3. Kerugian penghasilan 1 ha perkebunan kelapa menghasilkan 4000 biji buah kelapa 1 biji buah kelapa rata rata Rp. 1.500 jadi jika dikakulasikan 53 ha x 4000 biji kelapa = 212000 biji kelapa x 1.500 per biji = Rp 3.18.000.000 x 12 = 3.816.000.000
  4. Harga kebun kelapa 1 ha dihargakan Rp. 20.000.000 jika dikalikan dengan 53 ha yang jatuh kelaut = Rp. 1.060.000.000
  5. Perkebunan Kopi 2000 km yang terkikis oleh abrasi per tahun mencapai 20 m jika di kakulasikan 2000 km x 20 m = 40.000 km dijadikan dalam hektar 40.000 : 3000 = 13 ha perkebunan kopi yang terkikis oleh abrasi dengan perhitungan kerugian sebagai berikut :
  6. Kerugian penghasilan kopi 1 ha perkebunan kopi dapat menghasilkan kopi liberika 4 ton jika dikakulasikan 13 ha x 4 ton = 52 ton dengan harga per kg rata – rata 2.500 per kg jika di kakulasikan 52.000 kg x 2.500 = 1.30.000.000 per bulan x 12 bulan = 1.560.000.000
  7. Kerugian tanah perkebunan kopi 1 ha dihargakan 35.000.000 x 13 ha = 3.90.000.000
  8. Pemukiman masyarakat ada bekisar 50 buah rumah yang sudah tidak jauh dari lokasi abrasi dan ada juga yang sudah jatuh kelaut, yang hampir jatuh kelaut. Jika di hargakan kerugian yang akan di alami masyarakat untuk memindahkan rumah 1 buah rumah membutuhkan biaya 20.000.000 x 50 KK = 1.000.000.000
  9. Rumah ibadah ( Klenteng ) permanen ada 2 unit yang berada di bibir pantai dan di atas pantai jika di pindahkan membutuhkan biaya 500.000.000 per unit x 2 = 1.000.000.000
  10. Kerugian nelayan akibat abrasi ada bekisar 60 hari tidak bisa melaut dalam 1 hari para nelayan biasanya berpenghasilan Rp 100.000
  11. Nelayan jaring 223 kk x 100.000 = 22.300.000
  12. Nelayan langgen, Belat, Kelung dll 60 kk x 100.000 = 6000.000

 

Jadi Total Kerugaian Masyarakat selama 1 tahun

  1. Penghasilan kelapa : Rp. 3.816.000.000
  2. Tanah perkebunan kelapa : Rp. 1.060.000.000
  3. Penghasilan Kopi : Rp. 1.560.000.000
  4. Tanah perkebunan kopi : Rp.    000.000
  5. Pemukiman masyarakat : Rp. 1.000.000.000
  6. Rumah ibadah : Rp. 1.000.000.000
  7. Penghasilan nelayan : Rp.      300.000

+

Total kerugian selama 1 tahun            : Rp. 8.854.300.000

Dalam Hal ini pemerintah Desa Tanah Merah Terus Berupaya mencari bantuan baik dari pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti,pemerintah Propinsi Riau sampai kepada kementrian,dengan harapan permasaalahan abrasi di Desa Tanah Merah Ini Cepat Teratasi.

 

Facebook Comments

Komentar & Saran Anda :