Masyarakat Yang Tinggal Di Pesisir Pantai Mulai Resah

07 September 20I7 Tanah Merah Kepulauan Meranti.

Desa Tanah merah kecamatan rangsang pesisir kabupaten kepulauan meranti propinsi riau secara geografis wilayah dataran dan Kepulauan yang berbatasan langsung dengan Nengara tetangga (Malaysia) dan terletak di sebelah selatan selat Melaka , sebagai desa yang berada di kepulauan, selat Melaka merupakan sumber mata pencarian masyarakat Nelayan. Permasalahan di Desa Tanah Merah ketika musim angin utara setiap tahunnya angin kencang dan ombak besar Selat Melaka melanda Desa yang mengakibatkan Abrasi Pantai 20-40M pertahun, dan ini sudah terjadi puluhan Tahun yang lalu.Sehingga daratan yang terkikis oleh ombak di perkirakan mencapai +_800 Meter X 6000 Meter sejak beberapa tahun yang lalu.Ini sangat merugikan dan meresahkan penduduk, Bukan hanya itu dengan adanya abrasi ini juga merugikan NKRI Karna luas wilayah semankin hari semankin berkurang karana pulau ini berbatasan denagan negara Malaysia oleh karena itu Masyarakat Desa Tanah Merah sangat berharap pemerintah untuk menbangun sarana dan prasarana Berupa Turap pemecah ombak atau Jenis Penagkal Abrasi Lainya.

Jpeg

Pada Saat ini Masyarakat yang tinggal Di pesisir Pantai Mulai Resah Karena Sudah Hampir Memasuki Bulan Agustus Menjelang Desember Dimana Pada Bulan Ini Air Pasang Besar,Gelombang Tinggi dan Curah Hujan Yang Tinggi dikhawatir kan Takut Terulang Longsor Seperti yang Terjadi Pada Tahun Kemaren yang sempat Menghabiskan Hampir 2 Ha Lahan Perkebunan Masyarakat,dan Hampir Memakan Korban Karna Sudah Tinggal Beberapa Meter Dari Pemukiman Warga.

Berdasarkan Penjelasan Kepala Desa Tanah Merah Pada Tahun ini 20I7 Desa Tanah Merah sudah mendapat bantuan Batu Pemecah Ombak Dari Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Riau,Yang pada saat ini sedang proses Pengerjaan,yang Panjangnya 100 Meter Lebih Kata Kepala Desa Tanah Merah Kita Berharap Pembangunan Ini akan Terus Belanjut,karena Panjang Pesisir Pantai Desa Tanah Merah 6000 Meter.

Selain Itu juga kita masih berharap Dan Menunggu kabar selanjutnya dari Kementrian Kelautan Dan Perikanan TENTANG PROGRAM HAYBRID ENGGENERING ,Yang wacana Awalnya pengerjaan Pada Tahun Ini namun di karna kan beberapa hal Mungkin akan dilasanakan pada tahun 2018.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :