KENDURI SEKAMPUNG MERIAHKAN HARI RAYA IDUL FITRI DI DESA TANAH MERAH

Tanah Merah Kepulauan Meranti 25 Juni 2017

Berbagai cara Umat Islam Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1438 H Tidak terkecuali Masyarakat Desa Tanah Merah,Desa Tanah Merah Terbilang desa yang Masyarakatnya sangat kompak Terlihat dari berbagai Tradisi Yang  ada didesa ini.

 

Salah Satu tradisi yang masih tetap dilestarikan yaitu Kenduri Sekampung,Tentu menjadi tanya besar apa itu kenduri Sekampung,banyak sih yang melaksanakan kenduri sekampung tapi berbeda dengan Kenduri Sekampung yang berada di Desa Tanah Merah.Kenduri Sekampung yang lazim dilaksanakan oleh banyak orang di satu lokasi setelah itu di undang orang-orang untuk hadir di acara tersebut,Tapi lain hal nya dengan Kenduri Sekampung Yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Tanah Merah,di mana bisa dikatakan Hampir semuan Rumah yang berada di desa Tanah Merah  Melaksanakan Kenduri tersebut.

Acara Kenduri Sekampung tersebut dilaksanakan setelah selesai melaksanakan Sholat Idul Fitri ,Saya Ambil satu contoh Jamaah Masjid Nurun Najjah Dusun Parit Nelayan Desa Tanah Merah Itu terdapat berkisar 143 Kepala Keluarga kemudian di bagi menjadi 2 Kelompok dengan dipimpin dua Orang Kalifah ( Imam Membacakan Doa) setelah itu jamaah mengikuti kalifah tersebut untuk melaksanakan kenduri dari satu rumah kerumah yang lain

Burhan ( Kepala Dusun Parit Nelayan Desa Tanah Merah ) ketika saya wawan cara katanya tradisi ini sudah ada sejak nenek moyang kita dulu dan ini katanya sanggat bagus selain untuk memeriahkan hari raya idul fitri juga mempererat tali persaudaraan antara satu dengan yang lain,berbagai pertanyaan yang sala lontarkan apakah tidak capek ,katanya ngak terasa capaek karna ramai cuma Mengkayang katanya (kekenyangan) bagaimana tidak hampir setiap rumah meyuguhkan menu makan pokok seperti rendang,gulai,ketupat dan lain-lain,yang lebih unik nya setiap yang ikut harus tetap mencicipi makanan yang disajikan,hal ini katanya sebagai bentuk rasa kebersamaan.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang Tokoh pemuda Desa Tanah Merah Syahrul,kebetulan dia juga ikut di acara tersebut,sambil bercanda katanya macam nak meletop perot di buat ketupat.tapi ini semua katanya sangat meneyenagkan karna bisa berkumpul dengan kerabat,yang sudah lama ngak bertemu,dia juaga berharap tradisi ini bisa terep dilestarikan sampaik kapan-kapan tukasnay.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :