TRADISI PERINGATAN NUZULUL QUR’AN DI MASJID HIDAYATUL MUTTAQIN DUSUN PERMAI DESA TANAH MERAH

Tanah Merah 11 Juni 2017 Pada saat bulan Ramadan ada peristiwa penting yang dialami oleh Rasulullah SAW. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Peristiwa yang merupakan turunnya wahyu Alqur’an itu sering disebut dengan Nuzulul Qur’an.

Di beberapa daerah, peringatan Nuzulul Qur’an merupakan dilakukan di masjid-masjid pada tanggal 17 Ramadan malam. Namun, banyak juga yang memperingatinya setelah tanggal 17 Ramadan. Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting yang sudah menjadi kebiasaan meskipun banyak juga umat Islam yang tidak memperingatinya.

Adapun acara yang di selangarakan oleh Pemuda Remaja Masjid Tanah Merah ialah:
1. Pembawa acara yang di bawa oleh pemuda yang Bernama Jasri

dilanjutkan dengan acara yang kedua yaitu pembacaan ayat suci al-Qur’an. yang mana di bacakan oleh Rizki Rahmawan

dan kemudian di lanjut penyampaian oleh Bapak Kepala Desa Tanah Merah, yakni Bapak Rusli

dimana Kepala Desa Tanah Merah RUSLI menyapaikan ribuan terima kasih kepada Pemuda Masjid Hidayatul Muttaqin yang mana telah menyelanggarakan acara Nuzul Qur’an di masjid Al-muttaqin Dusun Permai. dalam hal ini juga kepala Desa Tanah Merah juga menghimbau kepada masyarakat Desa Tanah Merah agar lebih berhati-hati dalam mendidik anak-anak pada masa dini, dan harus di ajarkan ke yang lebih baik.

kemudian memasuki Acara inti Nuzulul Qur’an oleh Ustat Muhammad Ridho

Acara inti pengajian yang ditunggu-tunggu tiba. Yang memberikan inti peringatan Nuzulul Qur’an ini adalah Ustat Muhammad Ridho dari Pesantren Jakarta, yang mana putra Desa Sonde Kecamatan Rangsang Pesisir. Inti dari pengajian ini adalah bahwa saat ini banyak pemuda-pemudi yang sudah tidak peduli lagi dengan budaya lokal, kemudian membahas tentang tata cara pembahasan islam dan nikmat puasa, kemudian masalah pemuda,  pemuda yang merupakan ujung tombak dari kemajuan bangsa ini sudah banyak kehilangan pegangan agama. Budaya asing yang menjajah bangsa ini justru malah ditiru.

 

Seperti yang terjadi pada Desa Tanah Merah dan beberapa desa di sekitarnya yang sering memperingati Nuzulul Qur’an ini. Desa Tanah Merah terdiri dari empat Dusun yaitu Dusun Tanjung Sari, Dusun Permai, Dusun Tunas Muda,dan Dusun Parit Nelayan. Dusun-dusun tersebut sering memperingati Nuzulul Qur’an ini, meskipun tidak tiap tahun memperingatinya.

Namun, Dusun Permai tiap tahun memperingati Nuzulul Qur’an ini. Peringatan Nuzulul Qur’an di Dusun Permai sudah menjadi tradisi turun-temurun. Kapan dimulai pastinya tidak diketahui, namun dari seorang sumber yang saya tanya mengatakan jika peringatan Nuzulul Qur’an di Dusun ini sudah ada sejah tahun 1980 an , bahkan sebelumnya.

Sebelumnya Dusun Permai ini ialah salah satu dusun yang sudah lama berdiri sejak Tanah Merah menjadi desa sendiri. Dusun Permai ini sekarang di pisah menjadi 2 Dusun, yaitu Dusun Permai dan Dusun Tanjung Sari duaBahu-membahu dan saling gotong-royong termasuk dalam peringatan Nuzulul Qur’an.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini bertempat di Masjid Hidayatul Muttaqin yang berada di Desa Tanah Merah. Tema Nuzulul Qur’an kali ini adalah “Menciptakan generasi muda yang istiqomah dalam beribadah”. Panitia pelaksana peringatannya adalah Pemuda Remaja Masjid Tanah Merah (PRMTM). PRMTM adalah Pemuda Remaja Masjid Tanah Merah yang anggotanya dari sejumlah anak-anak muda. Setiap ada kegiatan keagamaan termasuk kegiatan tahunan Nuzulul Qur’an, para remaja yang tergabung untuk melaksanakan tugasnya dan sebagai panitianya.

Untuk peringatan Nuzulul Qur’an tahun 2017 ini berlangsung pada tanggal 11 Juni 2017 atau tanggal 25 Ramadan 1438 H. Peringatan di Masjid Hidayatul Muttaqin ini sering dilakukan setelah tanggal 17 Ramadan, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Alasan dipilihnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan karena siswa-siswi sudah masuk libur lebaran, jadi tidak mengganggu belajar.

Seperti pada Masjid yang lain, tiap malam di bulan Ramadan diadakan sholat tarawih berjamaah disertai dengan kultum. Namun, pada saat peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Hidayatul Muttaqin ini hanya dilaksanakan sholat tarawih saja, kultum ditiadakan karena sudah diganti dengan pengajian Nuzulul Qur’an. Jika pada yang mengisi kultum biasanya orang dalam, maka untuk peringatan Nuzulul Qur’an dari luar.

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :