Ramadhan Eratkan Ukuwah Masyarakat Desa Tanah Merah

Tanah Merah 30 Mei 2017

Umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ini, begitu juga Masyarakat Desa Tanah Merah Kususnya di dusun Parit Nelayan, di bulan Ramadhan Masyarakat Desa Tanah Merah dusun Parit Nelayan  mempunyai ciri khas yang patut di contohi oleh masyarakat lainya, yaitu berbagi juadah,Berbagi juadah ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun sejak dahulunya,disini ada hal-hal positif yang dapat kita ambil dan kita contohi.

Hal-hal positif yang dapat kita ambil diantaranya saling berbagi sesama,kegiatan seperti ini sangat bagus menurut Paridah.S.Pd salah seorang tokoh ibu-ibu di dusun Parit Nelayan setiap sore katanya cukup membuat satu juadah misalnya buat kolak ubi,Kemudian kolak tersebut di bagi ketetangga dan keluarga,kemudian tetangga dan keluraga juga membagi juadahnya kepada kita,hal ini membuat hidangan berbuka puasa jadi macam-macam ,selain niatnya tadi untuk berbagi juga bisa bertukar selera,jadi ngak perlu repot-repot membuat berbagai macam jenis makanan. Tapi katanya yang paling penting dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi.selain itu juga ada lagi kebiasaan yang patut di contohi yaitu Mudik ( Pulang Kampung ) tidak sedikt juga Masyarakat Dusun Parit Nelayan yang Anak-anaknya kerja dan Menuntut Ilmu di luar ,Seperti di Selat panjang,Pekan Baru,pada saat Bulan Ramadhan Pulang Kampung Untuk Bersilaturahmi,Ini sebetulnya hal yang wajar di hari yang mulia, mereka berbondong bondong untuk pulang ke kampung halaman, guna bersilaturahmi dengan orang tua kerabat dan teman lama di masa kecil.

Ibu dan ayah, kakek dan nenek, saudara-saudara dan paman-paman, serta segenap sanak kerabat kita adalah orang-orang yang memiliki hak untuk kita berbuat baik kepada mereka. Merupakan kewajiban bagi kita menjalin hubungan persaudaraan dengan mereka.

Kita kunjungi mereka, kita bantu mereka. Kita bergaul dengan mereka secara baik. Kita juga berusaha membantu memperbaiki keadaan mereka dalam urusan yang berkaitan dengan dunia, lebih-lebih dalam urusan yang berkaitan dengan akhirat.

Menjalin hubungan kekerabatan merupakan bukti keimanan seseorang. Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya dia menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam telah memberikan kabar gembira kepada kita dengan sabda beliau, “Barang siapa senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan keadaan orang-orang yang menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi), bahwasanya mereka adalah ulul albab, yaitu orang-orang yang berakal, dan balasan bagi mereka adalah surga. Allah berfirman,

وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ ٢١

“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabb mereka, dan takut kepada hisab yang buruk.” (ar-Ra’d: 21)

Maka dari itu, jangan sampai kita lupa untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara kita, terutama ayah dan ibu kita, walaupun sekadar lewat telepon atau surat kalau memang kita tidak memiliki kemampuan untuk mengunjungi mereka.

Selamat bermujahadah di bulan ramadhan dan meraih berkah di bulan yang mulia ini.

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :