PETANI KELUHKAN FLUKTUASINYA HARGA KELAPA

TANAH MERAH KEPULAUAN MERANTI 25 APRIL 2017

Desa Tanah Merah merupakan  Salah satu Desa Penghasil Kelapa Terbesar Di Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.Namun sanggat di sayang daerah kita ( desa Tanah Merah) Belum memiliki Pabrik Pengolahan kelapa tersebut Sehingga Petani kelapa selalu simalakama,dikarnakan sering terjadinya fluktuasi harga kelapa Tersebut.dalam kurun waktu per triwulan sekali panen tidak tanggung-tanggung kelapa di daerah kita mencapai ratusan ribu biji.

Berbicara masalah fluktuasi harga disini kita dapat mewawancarai salah satu pemilik perkebunan kelapa yaitu Bapak Mahfud,menurutnya dalam kurun waktu pertriwulan sekali panen kelapanya mencapai puluhan ribu atau kalau dikakulasikan dalam kilo kali ini panenya mencapai hampir 7 ton,namun  sayangnya harga kelapa tidak stabil dalam kurun satu minggu saja bisa 2 sampai 3 kali perubahan harga,menurutnya harga kelapa akan naik apa bila jumlah kelapa merosot atau sedikit,ini dikarenakan kita bermain terhadap pertukaran mata uang rupiah dan Ringit Malaysia,karena rata-rata penampung kelapa yang ada di desa kita menjual kelapa ke negeri jiran yakni malaysia,disini lah yang selalu menyebabkan harga kelapa tidak stabil.ketika di tanya berapa harga jual di malaysia rata -rata petani kelapa tidak tahu,mungkin ini sudah menjadi rahasia umum penampung kelapa,kalau untuk harga di tempat kita katanya sekarang hanya Rp.2600 Per Kg .itu pun sudah tinggi katanya dan ini disebabkan jumlah kelapa merosot,paling satu bulan kedepan sudah turun lagi harganya.

Untuk itu para petani kelapa desa Tanah Merah berharap ada solusi baru dari pemerintah ,bagaimana hasil perkebunan meraka bisa dihargakan dengan layak,menurut pendapat salah seorang warga desa tanah merah mugkin bisa didirikan pabrik pengolahan Minyak kelapa,atau pabrik pengolahan lainya.karna hal ini akan menambah pendapatan masyarakat,dengan adanya pabrik,bisa menampung tenaga kerja,bisa memproduksi hasil pertanian yang berupa kelapa tadi,secara tidak langsung hal ini akan mengankat taraf hidup masyarakat desa tanah merah.

Menurutnya lagi didesa kita sudah punya SDA yang sangat berlimpah ruah seperti hasil perkebunan dan Prikanan namun sayangnya hasil yang berlimpah ruah ini,hanya bisa kita jual dalam keadan mentah( belum Di produksi ) jelas ,harganya masih terlalu murah.seperti dicontohkan harga kelapa itu tadi kita jual dengan haraga mentah hanya Rp 2600 Per Kg,tapi Minyak Goreng harga nya mencapai Rp 14.000 .

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :