KOTA TUA DI SUDUT DESA

KOTA TUA DI SUDUT DESA

Tanah Merah Kepulauan Meranti 15 April 2017

Siapa Sangka Desa Tanah Merah ini menyimpan banyak sejarah,salah satunya yang masih tersisa yaitu Kota Tua,Bukan Tanpa sebab penulis memberi nama Sungai Rangsang yang terletak di dusun Tanjung Sari ini sebagai kota tua,Karna Masih tengiang ( teringgat betul) waktu masa kecil penulis sering pergi kerangsang ,dahulu rangsang ini sangat ramai penghuni suku tiong hua,yang sama-sama kita ketahui kalau dah ramai suku ini pasti banyak pengusaha,mulai dari pedagang kelontong ( warung,kedai,Toko ) sampai dengan usaha Nelayan yang menampung ratusan pekerja,serta disini juga menjadi tempat penampungan segala jenis hasil pertanian dan perkebunan,tapi seiring berjalanya waktu,kota tua ini hampir punah termakan oleh Abrasi ,selain itu juga suku Tiong hua di sungai rangsang ini sudah banyak yang pindah,sekarang sungai rangsang ini hanya di huni berkisar 20 an kk suku tiong hua saja dan usaha Nelayan yang dulunya menampung ratusan pekerja sudah tiada,yang ada hanya tinggal usaha nelayan pribadi  yang tidak begitu menyerap banyak tenaga kerja,dan usaha penampungan kelapa,kopi,pinang dll.

Jpeg

Berikut sejarah singkat yang dapat penulis sajikan tentang desa Tanah Merah,

Desa Tanah Merah Merupakan Pemekaran dari Desa Kedaburapat Pada Tahun 2004. Asal mulanya Desa Kedaburapat , pada zaman itu ketua kampung disebut Penghulu pada Tahun 30an sebagai Penghulunya adalah TUK TENGEK masa jabatan 1930-1939 setelah itu diganti oleh MAT YASIN 1940-1949 kemudian Pada Tahun 1950-1959 dijabat oleh TUK DOGONG kemudian diganti oleh ABDUL RAHMAN masa jabatan 1950-1969 pada masa tahun 60-70 an ini masa yang mana Desa Kedabu ini berupa hutan belantara yang belum tersentuh oleh pembangunan selain itu juga pada masa ini Desa Kedabu ini di jajah oleh Belanda dan Jepang yang mana pusat Pemerintahan Belanda di Tanjung Mayat Selatpanjang Dan pusat pemerintahan jepang di Desa Jepon yang sekarang disebut Desa Telaga Baru.

Jpeg
Jpeg

 

Selain itu juga Desa Kedabu ini Menjadi tempat persinggahan oleh pedagagng Negara Tetangga yakni Malaysia dan Singapura pada masa ini wilayah kekuasaan Penghulu dari Tanjung Motong sampai Tanjung Samak. Adapun mata pencarian masyarakat pada masa itu Nelayan, Petani dan Pedagang. Dimana Kondisi ekonomi Masyarakat pada masa itu kais pagi makan pagi dan kais petang makan petang ( Pas-pasan ) dan dari sisi kesehatan langsung tidak ada tenaga medis yang ada Cuma bomo ( Dukun Kampung ).

 

Kemudian pada Tahun 1970-1988 Wilayah kedabu diperkecil dari sempian sampai sungai Rangsang di mana yang menjadi Penghulu TUK MAPIK zaman ini sudah terjadi sedikit perubahan dan sudah mulai merintis bodi jalan dari sempian sampai sungai Rangsang yaitu AKI BADRUN dan AKI WAHAB kemudian Desa Kedabu ini dibagi menjadi 8 RK ( RUKUN KAMPUNG ) yaitu 1. Sungai Senteng 2. Sempian 3. Parit Kasan 4. Parit Amat 5. Parit Jang 6. Parit Besar 7. Parit Senang 8. Kedabu, yang mana sekarang Desa Tanah Merah. Setelah itu itu diganti dengan TUK TENGKU IDRUS yaitu PJS  dari Camat Tebing Tinggi berkisar dua Tahun yakni Tahun 1989-1990. Kemudian ditunjuk oleh Camat Tebing Tinggi A. BAKAR HASYIM sebagai Kepala Desa masa jabatan 1990-2004, setelah itu pemekaran Desa Kedabu menjadi 2 Desa yaitu Desa Kedaburapat dan Desa Tanah Merah.

 

Pada awal terbentuknya Desa Tanah Merah pemekaran dari Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Bengkalis pada tahun 2004.

Desa Tanah Merah dipimpin oleh Bapak MADAHI Yaitu sebagi PLT Dari tahun 2004 sampai denagn Tahun 2006,Kemudaian dilaksanakan Pilkades Juga Mahadi terpilih samapi dengan tahun 2011 dan kembali dilanjutkan samapi denagan Tahun 2013,seterlah itu digantikan oleh Bapak Arahman dari Tahun 2013 sampai dengan 2015 kemudian dari tahun 2015 pada tanggal 4 April Bapak Rusli Terpilih menjadi Kepala desa Tanah Merah Sampai dengan sekarang

 

Jika dalam Penulisan ini terdapat kekurangan dari sisi sejarah dan nama pemimpin penulis mohon saran dan perbaikan.

 

 

Facebook Comments

1 Comment

Komentar & Saran Anda :