TANAH MERAH JADI DESA PERCONTOHAN

Tanah Merah 23 Maret 2017

Hati siapa yang tidak senang mendengar kabar gembira ini,Termasuk Pemerintah Desa Tanah Merah.Pemerintah Desa Tanah Merah sanggat berbangga atas prestasi yang di raih oleh Pengelola desa Siaga,karna menurut Kepala desa ( Rusli ) Ini merupakan prestasi luar biasa ,yang di butuhkan kerja keras dan kekompakan tim serta seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam kelompok desa siaga,bukan hal yang mudah untuk mendapat gelar DESA PERCONTOHAN,( desa siaga pecontohan di wilayah kecamatan rangsang pesisir)gelar desa percontohan ini langsung disampaikan oleh drg. Alamsyah Philiang Selaku Kepala UPT Kesehatan Kecamatan Rangsang Pesisir         ( PUSKESMAS KEDABURAPAT RANGSANG PESISIR) di dalam pidatonya saat pertemuan seluruh kepala desa dan Pengelola desa siaga se Kecamatan Rangsang Pesisir,di aula MA.Raudhatut Thalibin beberapa Waktu yang lalu

Saat Pengelola web desa berkunjung ke salah satu pengelola desa siaga yakni bapak Mariyanto iya mengatakan ini merupakan cambuk bagai mana kedepanya desa siaga tanah merah ini mampu lebih baik lagi ,dalam dikesempatan yang sama pengelola web desa juga mewawancarai bidan desa yang juga merupakan koordinator Desa Siaga Tanah Merah Yakni Ibu Lais Marati.Amd.Kep dan Puja Utami indriani .Amd.Keb menurut ibu puja ini sesuatu yang luar bisa dan ini semua berkat kekompakan tim dan Masyarakat desa Tanah Merah,dalam kesempatan ini mereka juga bercerita panjang lebar mengenai desa siaga,sambil bercanda katanya Tanah Merah Naik Pangkat,soalnya didalam desa siaga mempunyai tingkatan ( Lepel ) yaitu 1.Lepel Pratama.2.Lepel Madya.3.Lepel Purnama.4.Lepel Mandiri,nah saat ini Desa Siaga Tanah Merah Sudah Berada di lepel Purnama,ia juga menjelaskan apa itu desa siaga,desa siaga merupakan strategi baru pembangunan kesehatan. Desa siaga lahir sebagai respon pemerintah terhadap masalah kesehatan di Indonesia yang tak kunjung selesai. Tingginya angka kematian ibu dan bayi, munculnya kembali berbagai penyakit lama seperti tuberkulosis paru, merebaknya berbagai penyakit baru yang bersifat pandemik seperti SARS, HIV/AIDS dan flu burung serta belum hilangnya penyakit endemis seperti diare dan demam berdarah merupakan masalah utama kesehatan di Indonesia. Bencana alam yang sering menimpa bangsa Indonesia seperti gunung meletus, tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor dan kecelakaan massal menambah kompleksitas masalah kesehatan di Indonesia.

Desa siaga merupakan salah satu bentuk reorientasi pelayanan kesehatan dari sebelumnya bersifat sentralistik dan top down menjadi lebih partisipatif dan bottom up. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 564/MENKES/SK/VI II/2006, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa siaga, desa siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Desa siaga adalah suatu konsep peran serta dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, disertai dengan pengembangan kesiagaan dan kesiapan masyarakat untuk memelihara kesehatannya secara mandiri.

 

Secara umum, tujuan pengembangan desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. Selanjutnya, secara khusus, tujuan pengembangan desa siaga (Depkes, 2006), adalah :

  1. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
  2. Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa.
  3. Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
  4. Meningkatnya kesehatan lingkungan di desa.

Dia juga menyampaikan kegiatan-kegiatan desa siaga tanah merah  yang sudah di lakukan selama tahun 2016 dan kegaiatan yang akan dilakukan yang sedang dijalankan pada tahun 2017,berikut kegiatanya.

 

Kegiatan pokok desa siaga Tanah Merah 2017

  1. Surveilans dan pemetaan : Setiap ada masalah kesehatan di rumah tangga akan dicatat dalam kartu sehat keluarga. Selanjutnya, semua informasi tersebut akan direkapitulasi dalam sebuah peta desa (spasial) dan peta tersebut dipaparkan di poskesdes.
  2. Perencanaan partisipatif: Perencanaan partisipatif di laksanakan melal ui survei mawas diri (SMD) dan musyawarah masyarakat desa (MMD). Melalui SMD, desa siaga menentukan prioritas masalah. Selanjutnya, melalui MMD, desa siaga menentukan target dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai target tersebut. Selanjutnya melakukan penyusunan anggaran.
  3. Mobilisasi sumber daya masyarakat : Melalui forum desa siaga, masyarakat dihimbau memberikan kontribusi dana sesuai dengan kemampuannya. Dana yang terkumpul bisa dipergunakan sebagai tambahan biaya operasional poskesdes. Desa siaga juga bisa mengembangkan kegiatan peningkatan pendapatan, misalnya dengan koperasi desa. Mobilisasi sumber daya masyarakat sangat penting agar desa siaga berkelanjutan (sustainable).
  4. Kegiatan khusus: Desa siaga dapat mengembangkan kegiatan khusus yang efektif mengatasi masalah kesehatan yang diprioritaskan. Dasar penentuan kegiatan tersebut adalah pedoman standar yang sudah ada untuk program tertentu, seperti malaria, TBC dan lain-lain. Dalam mengembangkan kegiatan khusus ini, pengurus desa siaga dibantu oleh fasilitator dan pihak puskesmas.
  5. Monitoring kinerja : Monitoring menggunakan peta rumah tangga sebagai bagian dari surveilans rutin. Setiap rumah tangga akan diberi Kartu Kesehatan Keluarga untuk diisi sesuai dengan keadaan dalam keluarga tersebut. Kemudian pengurus desa siaga atau kader secara berkala mengumpulkan data dari Kartu Kesehatan Keluarga untuk dimasukkan dalam peta desa.
  6. Manajemen keuangan: Desa siaga akan mendapat dana hibah (block grant) setiap tahun dari DHS-2 guna mendukung kegiatannya. Besarnya sesuai dengan proposal yang diajukan dan proposal tersebut sebelumnya sudah direview oleh Dewan Kesehatan Desa, kepala desa, fasilitator dan Puskesmas. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, penggunaan dana tersebut harus dicatat dan dilaporkan sesuai dengan pedoman yang ada

Selanjutnya Kepala desa mengucapkan terimakasih kepada semua elemen yang terlibat dalam program desa siaga ini ,sehingga Tanah Merah Mampu meraih gelar desa Percontohan,dan kedepan kepala desa juga berharap pengelola desa siaga mampu mempertahankan prestasi ini.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentar & Saran Anda :